Cara menanam durian dari biji agar cepat tumbuh dan berbuah

Cara menanam durian
Sumber gambar: pexels.com

Bagaimana cara menanam durian dari biji agar cepat tumbuh dan berbuah? yuk baca terus agar kamu tidak salah dalam perawatan durian kamu

Tapi sebelumnya tahukah kamu bahwa durian merupakan salah satu jenis buah buahan yang tergolong dalam kategori buah premium, buah premium adalah buah buahan yang memiliki cita rasa tinggi dan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi 

Jadi wajar jika durian memiliki harga yang lumayan mahal, tapi ini sebanding kok dengan proses penanaman yang terbilang sedikit lama dan cita rasa yang kamu dapatkan

Beberapa contoh buah buahan yang tergolong kategori premium adalah anggur, stroberi, pir, apel, lengkeng dan semangka serta masih banyak yang lainnya.

Walaupun begitu penilaian orang dalam membagi jenis buah buahan dalam ras seperti itu tentu berbeda beda, hal ini bisa disebabkan banyak faktor baik dari internal maupun eksternal orang tersebut

Kalau menurut kamu setuju atau tidak bahwa durian termasuk buah premium? Tulis pendapat kamu disini

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menanam Durian

Berikut hal hal yang harus diperhatikan sebelum menanam pohon durian dari biji hingga berbuah yang bisa kamu ikuti

1. Memperhatikan Syarat Tanam / Tumbuh

Sebelum kamu menanam bibit dan berangan angan saat pemanenan, terlebih dahulu kamu harus tahu syarat tanam durian, agar pohon durian bisa tumbuh subur seperti yang kamu inginkan.

Berikut ini adalah syarat tanam atau syarat tumbuh pohon durian yang harus diperhatikan:

  1. Iklim
  2. Media dan air tanah
  3. Ketinggian tempat
A. Iklim

Daerah yang baik untuk pohon durian adalah daerah yang memiliki curah hujan 1500-2500mm/tahun atau antara 7-10 bulan basah (curah hujan lebih dari 100mm/tahun) dan 2-4 bulan kering (kurang dari 50mm/bulan)

Intensitas cahaya matahari yang diterima antara 60-80%, dengan suhu tempat antara 20-30°c

B. Media dan air tanah

Kondisi lahan tanah perlu kamu perhatikan, lahan yang kurang cocok bisa mempengaruhi pertumbuhan pohon nantinya, misalnya jika kamu tinggal di daerah yang tandus dengan sedikit sumber air serta kurangnya curah hujan berarti tidak cocok untuk menanam durian

Struktur tanah untuk menanam durian yang baik adalah pada lapisan top soil gembur, remah, berbutir, dan banyak mengandung bahan organik

Lapisan top soil adalah lapisan tanah yang berbeda paling atas dan biasanya memiliki kedalaman antara 5 hingga 30cm

Lapisan tanah top soil
Lapisan top soil gembur dan banyak zat hara, baik untuk menanam pohon durian

Dan jenis tanah yang cocok untuk menanam durian adalah Allivial, Andosol, Inseptisol dan Podsolik Merah kuning. Kamu juga harus mengukur Kemasaman tanah, cek ph tanah terlebih dahulu jika ingin lebih maksimal yang berkisar antara 6.0 -7.0

Sangat dianjurkan untuk melakukan analisa tanah dan air terlebih dahulu agar dapat mengetahui status unsur hara tanah yang akan digunakan sebagai dasar dalam mengukur dosis pupuk dan kandungan air yang baik bagi tanaman durian nantinya. 

C. Ketinggian tempat

Pohon durian akan lebih baik apabila ditanam di daerah yang memiliki ketinggian antara 50-800mdpl dengan kemiringan 5-20°, jika daerah tersebut memiliki kemiringan lebih dari 30° disarankan untuk melakukan terasering.

2. Memilih Jenis Durian yang Tepat

Memilih jenis bibit durian adalah hal yang perlu kamu lakukan, tentu saja hal ini perlu dilakukan karena akan mempengaruhi jenis durian yang dihasilkan serta usia tanam dan perawatannya hingga berbuah

Di Indonesia sendiri ada 104 jenis durian yang saat ini sudah terdaftar hingga artikel ini dibuat, sehingga kamu harus benar benar tahu jenis durian apa yang akan kamu tanam, setidaknya pilih dari jenis yang termasuk unggulan dari pohon unggulan pula.

Tips Memilih Benih durian yang baik

Karena disini kita akan membahas penanaman durian dari biji maka kita harus memilih biji yang baik diantaranya dengan beberapa tips dibawah ini:
  • Pilih dari jenis varietas unggulan (jenis durian yang banyak disukai masyarakat)
  • Pilih dari bibit pohon / indukan yang sehat (jika memungkinkan sebaiknya kamu tahu dari pohon mana biji durian yang akan kamu tanam)
  • Perhatikan kesehatan biji, pastikan tidak ada penyakit yang menyelimuti bagian luar biji
  • Biji yang sehat memiliki warna coklat kemerahan
Berikut rekomendasi jenis durian yang banyak disukai masyarakat dan termasuk jenis unggulan
  1. Durian montong
  2. Durian musang king
  3. Durian bawor
  4. Durian tembaga
  5. Durian pelangi
Data kepopuleran durian
Perbandingan tingkat kepopuleran 5 jenis durian dari google trends (penelusuran web) selama 5 tahun

Langkah-langkah proses awal penanaman

Berikut ini kita akan mempelajari bagaimana langkah langkah yang tepat untuk melakukan penanaman durian

1. Persiapan dan penyemaian benih

Langkah awal adalah persiapan dan penyemaian benih durian, yang sebelumnya sudah di bahas sedikit dibagian hal hal yang harus diperhatikan diatas

a. Persiapan biji / benih

Persiapan biji dari bibit pohon induk unggulan yang kamu inginkan, biji yang sehat akan lebih berwarna coklat kemerahan, mengkilap dan tidak kisut serta tidak ada parasit yang menempel, jangan lupa untuk membersihkan biji dari daging daging sisa buah yang masih menempel (beda jenis durian biasanya beda pula ukurannya)

Setelah biji dibersihkan dari daging buah yang tersisa usahakan jangan sampai terkena bahan kimia apaun terlebih dahulu terutama garam atau penyedap rasa, karena jika terkena garam atau penyedap rasa maka biji tidak akan tumbuh.

Biji yang sudah dibersihkan tidak bisa langsung digunakan, karena harus dikeringkan terlebih dahulu, untuk melakukan proses pengeringan siapkan tempat yang bersih dengan suhu ruangan saja, diamkan ±14 hari hingga biji durian mengering sendiri

b. Penyemaian benih

Untuk melakukan penyemaian silahkan persiapan wadah media tanam polybag dengan ukuran yang disesuaikan (disarankan polybag kecil dengan muatan 1 biji), kemudian isi dengan tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1 

Jika media tanam yang kamu gunakan berukuran besar maka bisa ditaruh dengan banyak biji, dengan jarak antar biji adalah 3-5cm atau menyesuaikan

Posisi biji diharuskan dalam posisi miring dengan bagian keluarnya tunas dibagian atas, kemudian timbun dengan separuh bagian didalam tanah, biji biji yang kamu tanam akan menjadi bibit setelah ±3 minggu.

Tips: Hindari sinar cahaya langsung sebelum biji tumbuh, gunakan tempat khusus / gubug pembenihan dengan penutup plastik diatasnya

2. Persiapan lahan dan penanaman bibit


Proses awal penanaman durian selanjutnya adalah persiapan lahan dan penanaman bibit durian, bibit durian yang sudah siap untuk dilakukan penanaman di lahan terbuka adalah yang setidaknya sudah memiliki 3 daun atau lebih

a. Persiapan lahan untuk penanaman

Hal utama yang harus dipersiapkan sebelum kamu bisa menanam bibit durian adalah mempersiapkan lahan yang akan digunakan untuk penanaman, pastikan lahan atau tempat yang kamu pilih berada pada daerah yang memenuhi syarat tanam agar hasilnya lebih baik

Disini ada dua jenis lahan yakni yang sementara dan permanen, lahan sementara digunakan untuk bibit durian yang tidak ingin langsung ditempatkan di lahan permanen, biasanya yang menggunakan lahan ini karena ingin menjual bibit bukan buahnya, serta petani yang ingin membesarkan pohon terlebih dahulu hingga tinggi pohon mencapai kurang lebih 60-150cm sebelum dipindahkan ke lahan permanen

Disarankan untuk membuat lahan sementara terlebih dahulu, setelah biji benih tumbuh dengan 3 daun atau lebih pindahkan ke lahan sementara dengan jarak ±1m

Fungsi dari lahan sementara diantaranya
  • Mempermudah pengecekan pertumbuhan pada awal awal masa bibit
  • Mempermudah perawatan bibit
  • Mematangkan bibit sebelum siap ditanam di lahan permanen
Setelah bibit tumbuh antara 60-150cm dan diameter pangkal sudah mencapai 3-5cm atau sudah memiliki beberapa cabang, berarti bibit sudah bisa dipindahkan ke lahan permanen dimana tempat pohon durian akan tumbuh hingga berbuah.

Berikut langkah langkah penyiapan lahan permanen untuk bibit durian
  • Lakukan pengukuran lahan yang akan digunakan untuk menyesuaikan dengan jumlah bibit yang akan ditanam
  • Bersihkan lahan terlebih dahulu, jika terdapat pohon pohon lain dalam ukuran besar bisa ditebang, karena akan berpotensi mengganggu pertumbuhan nantinya.
  • Buat lubang dengan ukuran 60x60x60 atau menyesuaikan dengan umur bibit
  • Pisahkan tanah galian bagian atas (±20cm) dengan tanah yang ada dibawahnya 
  • Biarkan lubang galian terbuka selama 7 hari agar terkena sinar matahari langsung
  • Setelah 7 hari campur tanah bagian atas yang sudah dipisahkan sebelumnya dengan pupuk organik (kandang / kompos) sebanyak ±20kg dan kapur/dolomit sebanyak 100-200gr/lubang tanam, jika diperlukan tambahkan pula pupuk yang mengandung fosfor sebanyak 200gr/lubang tanam
  • Masukan kembali tanah galian yang sudah kamu campur dengan beberapa bahan tadi ke lubang, biarkan kembali selama ±7 hari, setelah ±7 hari lubang siap untuk ditanami benih bibit durian.
  • Jarak antar pohon (bibit) diusahakan antara 10-12m, jika jarak antar pohon adalah 10x10m berarti dalam satu hektar bisa memuat 100 pohon
  • Jika pada daerah dengan kemiringan lebih dari 30°, kamu bisa mensiasatinya dengan metode terasering dengan jarak antar pohon disesuaikan
Gambar:
Penggalian lubang
Buat lubang tanam dengan memisahkan sisa galian lapisan atas dan bawah

Ukuran lubang tanam
Ukuran bisa menyesuaikan, lubang dibiarkan 7 hari agar terkena sinar matahari
Pencampuran kompos
Lapisan atas yang dipisahkan dicampur dengan pupuk kompos/kandang setelah 7 hari

Aduk rata
Aduk rata hingga tercampur

Beri penanda pada lubang tanam
Tutup kembali lubang dan beri penanda, kemudian biarkan 7 hari kembali sebelum siap ditanami



b. Langkah penanaman bibit dilahan permanen
Setelah mempersiapkan lahan untuk tempat menanam, sekarang adalah saatnya waktu penanaman, waktu penanaman terbaik adalah sore hari di awal musim hujan, jika daerah tempat penanaman terdapat sumber air yang mencukupi penanaman bisa dilakukan kapan saja.

tujuan dilakukan penanaman disore hari adalah supaya bibit mendapatkan udara sejuk di malam hari dan tidak langsung terkena sinar matahari untuk mengurangi kelayuan, serta memberi kesempatan pada bibit untuk menyesuaikan tempat barunya

Berikut cara penanaman bibit durian:

  • Gali lubang secukupnya pada galian yang sudah disiapkan sebelumnya
    Gali lubang

  • Letakan bibit pohon kedalam lubang dengan melepaskan polybag atau merobeknya
    Lepas polybag

  • Jika bibit dalam posisi tidak tegak lurus atau melengkung bagian ujungnya (pucuk) maka posisikan dengan bagian yang melengkung menghadap berlawanan dengan arah munculnya matahari, tujuannya agar batang pohon menjadi lurus karena mengikuti arah sinar matahari
  • Kemudian tutup dan timbun kembali hingga membentuk sedikit gundukan
    Gundukan tanah

  • Jika memungkinkan jangan lupa menaruh jerami pada area lubang tanam
    Pemberian jerami

  • Siram dengan air secukupnya setelah penanaman
    Penyiraman setelah menanam

  • Proses penanaman selesai

Perawatan pohon durian

Kamu tidak ingin kan bibit yang kamu tanam banyak penyakit terus mati, oleh karena itu kamu wajib melakukan perawatan terhadap bibit durian yang sudah kamu tanam

Adapun beberapa cara perawatannya sudah saya tuliskan untuk kamu dibawah ini, baca terus yah...

Secara sederhana perawatan pohon durian dari bibit hingga masa berbuah dibagi menjadi 5 bagian yaitu meliputi penyiangan, pengairan, pemangkasan, pemupukan dan mengatasi serangan penyakit

1. Penyiangan

Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma yang tumbuh disekitaran pohon yang berpotensi mengganggu dan menghambat pertumbuhan pohon durian

Berikut langkah yang bisa dilakukan:
  • Cabut rerumputan atau gulma yang tumbuh disekitaran pohon, karena menggangu penyerapan zat hara serta bisa berpotensi menjadi inang OPT pohon durian, gunakan alat seperti sabit atau cangkul dan hindari bahan kimia atau herbisida untuk mematikan rerumputan
  • Lakukan penggemburan tanah disekitaran pohon agar lebih mudah dalam menyerap zat yang dibutuhkan pohon serta mempermudah akar untuk cepat tumbuh
  • Lakukan kegiatan penyiangan secara rutin

2. Pemangkasan

Pemangkasan adalah memotong bagian batang pohon yang tidak diperlukan dengan tujuan membentuk pola batang yang teratur untuk memudahkan dalam pengelolaan bunga dan buah nantinya.

Berikut beberapa tujuan dan manfaat dilakukannya pemangkasan:
  • Memicu tumbuhnya cabang tunas tunas baru
  • Mengurangi ranting yang tidak dibutuhkan dan mengganggu
  • Mempercepat pertumbuhan pohon
  • Memicu percepatan tumbuhnya bunga
  • Memperbanyak bunga durian, sehingga berpotensi meningkatkan produksi, karena bunga lebih banyak tumbuh disekitaran percabangan
  • Mempermudah perawatan

Pemangkasan sendiri terbagi dalam 3 bagian yaitu:
  • Pemangkasan bentuk
  • Pemangkasan sekunder
  • Topping
a. Pemangkasan bentuk

Pemangkasan bentuk adalah pemangkasan yang dilakukan untuk membentuk postur pohon sesuai keinginan, salah satu tujuan utamanya untuk menyama ratakan bentuk antar pohon satu dan lainnya, disarankan untuk melakukan pemangkasan ini sedini mungkin agar mudah dalam membentuk pola
Pemangkasan bentuk

b. Pemangkasan sekunder
Pemangkasan sekunder atau biasa disebut pemangkasan pemeliharaan adalah pemangkasan yang dilakukan pada batang pohon yang memang tidak diperlukan dan dinilai menghambat pertumbuhan

c. Topping


Topping adalah kegiatan memotong Bagian paling pucuk dari pohon durian, kamu bisa melakukan topping pada pohon durian yang berumur antara 2 tahun atau lebih, salah satu manfaat dari topping adalah mempermudah dalam perawatan karena menjaga pohon agar tidak terlalu tinggi yakni tetap pada ketinggian antara 4-6m

Berikut langkah langkah yang bisa kamu lakukan:
  • Lakukan topping pada saat tanaman sudah mencapai umur ≥ 2 tahun dengan syarat benih pada saat ditanam dilapang memiliki ketinggian > 100 cm).
  • Pangkas ujung pangkal batang utama ± 20 cm, dianjurkan pada saat daun pada ujung cabang sudah hijau tua.
  • Sungkup dengan plastik PE atau oleskanparafin/ter/fungisida pada bagian tanaman yang dipangkas.
  • Biarkan cabang-cabang primer tumbuh dan besar.

3. Pengairan

Pengairan adalah salah satu bagian perawatan terpenting, karena pohon durian memerlukan air yang cukup, kamu bisa melakukannya dengan berpola yakni setiap hari sekali atau setiap satu minggu sekali asalkan dilakukan secara rutin, waktu yang tepat adalah pagi atau sore hari

Ada beberapa waktu yang tidak dianjurkan untuk melakukan penyiraman pada pohon durian yakni saat pohon mulai berbunga dan saat buah dalam fase pematangan.

Untuk melakukan penyiraman bisa dilakukan secara manual atau otomatis menggunakan alat pembantu penyiraman

4. Pemupukan

Untuk mempercepat pertumbuhan dan menjaga pohon tetap mendapatkan unsur hara yang memadai diperlukan kegiatan pemupukan.

Pemupukan setelah bibit berada di lahan permanen dibagi menjadi 3 periode, yakni pemupukan dimasa belum produksi, masa produksi dan masa peningkatan produksi

Berikut adalah takaran dosis dan jenis pupuk yang disarankan

a. Pemupukan pohon durian dimasa sebelum produksi (0-4 th)

#Umur 0-1 tahun:
  • Pupuk organik 20 Kg/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 3-4 bulan setelah tanam
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur 1-2 tahun
  • Pupuk organik 25-30 Kg
  • Dolomit 300gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan pada akhir musim hujan diawal tahun kedua setelah tanam
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur 2-4 tahun
  • Pupuk organik 40-60 Kg 
  • Dolomit 450 – 650 gr
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan pada akhir musim hujan diawal tahun kedua setelah tanam
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

Dolomit adalah suatu mineral karbonat anhidrat yang terbentuk dari kalsium magnesium karbonat, idealnya adalah CaMg(CO₃)₂. Sumber: wikipedia. (Dolomit tersedia banyak dipasaran).

b. Pemupukan pohon durian diawal masa produksi (5-7 th)
# umur 5-7 tahun (tahap 1)
  • Pupuk organik 80-100 kg 
  • Dolomit 700-1000 gr 
  • NPK300 – 500 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian untuk pupuk organik dan dolomit
• Campuran pupuk diberikan setelah 1 minggu panen berakhir
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur 5-7 tahun (tahap 2)
  • NPK 300 – 500 gr 
  • SP36 200 – 400 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 4 bulan setelah tahap 1 (menjelang berbunga)
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur 5-7 tahun (tahap 3)
  • NPK 300 – 500 gr 
  • KCl 300 – 500 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 4 bulan setelah tahap 2 (saat pembesaran buah)
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

c. Pemupukan pohon durian di masa peningkatan produksi (8- >10 th)

#Umur 8-10 tahun (tahap 1) 
  • Pupuk organik 100-150 kg
  • Dolomit 1000-1200 gr 
  • NPK 500 – 700 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian untuk pupuk organik dan dolomit
• Campuran pupuk diberikan setelah 1 minggu panen berakhir
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur 8-10 tahun (tahap 2)
  • NPK 500 – 700 gr 
  • SP36 400 – 600 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 4 bulan setelah tahap 1 (menjelang berbunga)
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur 8-10 tahun (tahap 3)
  • NPK 500 – 700 gr 
  • KCl 500 – 700 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 4 bulan setelah tahap 2 (saat pembesaran buah)
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur >10 tahun (tahap 1)
  • Pupuk organik 150-200 kg 
  • Dolomit 1200-1500 gr 
  • NPK 700 – 1000 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian untuk pupuk organik dan dolomit
• Campuran pupuk diberikan setelah 1 minggu panen berakhir
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur >10 tahun (tahap 2)
  • NPK 1200 – 1500 gr 
  • SP36 600 – 800 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 4 bulan setelah tahap 1 (menjelang berbunga)
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

#Umur >10 tahun (tahap 3)
  • NPK 1200 – 1500 gr 
  • KCl 700 – 1000 gr/tanaman
Keterangan:
• takaran untuk 1x pemberian
• diberikan 4 bulan setelah tahap 2 (saat pembesaran buah)
• ditabur merata dan melingkar pada galian lubang sekeliling tajuk terluar

Tata cara pemupukan pohon durian yang benar

Berikut ini adalah tata cara atau langkah langkah yang benar dalam praktek pemupukan pada pohon durian

  • Siapkan jenis pupuk organik dan anorganik sesuai umur dan kebutuhan
  • Gali lubang sedalam ± 20cm di sekeliling tajuk tanam secara melingkar/kotak
  • Gunakan pupuk tunggal dan majemuk seperti keterangan jenis pupuk yang sudah dituliskan diatas
  • Taburkan pupuk di lubang tajuk terluar yang sudah di buat dan kemudian timbun dengan tanah (jika pohon sudah besar bisa dilakukan tanpa menggali, langsung di tabur di sekeliling tajuk, seperti gambar dibawah)

  • Lakukan penyiraman setelah dilakukan pemupukan.

5. Mengatasi Serangan Penyakit

Jika dalam perawatan tidak dilakukan secara optimal, tanaman durian bisa saja terkena OPT (organisme pengganggu tumbuhan) yang bisa berakibat fatal, karena dilakukan perawatan saja terkadang masih saja diserang oleh penyakit, baik pohonnya maupun buahnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan
  • Melakukan pengamatan terhadap pohon durian dari OPT secara berkala baik 1 atau 2x per 2 minggu
  • Melakukan pencegahan sebelum adanya OPT dengan melakukann cara budidaya yang benar, seperti memperhatikan jarak tanam, pemupukan dan lainnya
  • Melakukan pengelolaan yang sesuai terhadap OPT baik secara alami seperti penaganan langsung menggunakan tangan atau predator musuh OPT serta penanganan secara kimiawi dengan pestisida nabati atau kimiawi dengan dosis yang tepat
Karena teks terlalu panjang jadi saya tuliskan jenis jenis OPT durian di halaman selanjutnya.., baca disini yah